Monday, July 2, 2012

Kenali Ragam Flu!

Influenza yang ramai diperbincangkan terutama di musim pancaroba, ternyata tak hanya memiliki satu jenis virus penyebab. Jenis-jenis virus ini juga menimbulkan karakter berbeda. Yuk kita kenali satu per satu!

Flu Burung
Flu burung atau avian influenza sebenarnya merupakan hasil infeksi varian influenza tipe A subtipe H5N1. Biasanya virus ini menyerang unggas seperti ayam, itik, burung dan lainnya. Pada komunitas unggas, infeksi flu burung bisa menyebabkan kematian unggas dalam waktu singkat. Akibat meningkatnya kemampuan infeksi virus, yang tadinya hanya menjangkiti unggas dan mamalia  lalu juga menginfeksi manusia.
Virus ini dapat menular melalui air liur dan kotoran hewan dan umumnya menimbulkan gejala yang berat, mulai demam diatas 38 C hingga berhari-hari. Flu ini juga mirip flu biasa dengan gejala bersin-bersin, pegal dan linu dipersendian, nyeri menelan dan batuk.Gejala yang paling buruk, bisa menyebabkan severe respiratory distress (sesak nafas hebat). Ini terjadi jika infeksi terus berlanjut dan ditunggangi bakteri penyebab radang paru-paru (pneumonia).
Pengobatan lebih banyak mengupayakan menurunkan keganasan virus dengan antivirus seperti oseltamivir dan zanamivir. Juga merawat gejala yang timbul misalnya memberikan alat bantu nafas seperti respirator, obat bronkodilator untuk melebarkan saluran nafas, analgesik-parasetamol untuk demam dan nyeri, dan cairan infus untuk pasien yang kurang in take cairan maupun makan.

Flu Kuda
Ada juga jenis flu yang disebabkan virus equine influenza. Gejalanya mirip flu biasa tapi pada mamalia seperti kuda. Flu kuda memiliki dua tipe virus penyebab yakni equine-1 (H7N7) dan equine-2 (H3N8). Masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. Equine-1 lebih banyak menyerang otot dan hati, sedangkan Equine-2 menyerang sistem imun tubuh. Virus ini memiliki perjalanan penyakit sekitar 7 hari. Gejalanya seperti flu burung, menyebabkan demam, batuk pilek dan hilang nafsu makan. Pada kuda umumnya perjalanan flu berkisar 1-5 hari dan banyak pula yang berujung fatal. Equine flu lebih banyak ditularkan dari kuda ke kuda lain. Pencegahannya adalah dengan pemberian vaksin pada kuda sebelum ditemukan infeksi flu.

Flu Babi
Belum lama ini ditemukan perpindahan flu dari hewan ternak (babi) ke manusia yang populer disebut flu babi. Virus influenza tipe A strain H1N1 yang bermutasi ini memiliki sifat keganasan lebih berat dari virus influenza H1N1 sebelumnya. Gejala yang ditimbulkan tidak spesifik mirip flu biasa seperti demam hingga diatas 38 C, sakit tenggorokan, nyeri sendi, batuk pilek, hilang nafsu makan, pusing hingga diare. Jika fatal, bisa menyebabkan sesak nafas hingga hilang kesadaran. Jika hasil wawancara menunjukkan diagnosa positif ke arah virus ini barulah dokter menyarankan pengobatan sesuai gejalanya. Beberapa prosedur diagnosa juga membutuhkan sample spesimen dari apus nasofaring (usap cairan tenggorok) yang diperiksa di laboratorium. Pasien yang positif diduga flu babi disarankan mengkonsumsi antivirus (oseltamivir maupun zanamivir) untuk menekan keganasan virus. Belum ada obat untuk virus ini, biasanya dokter memberikan perawatan sesuai gejala dan memberikan in take cairan pada pasien. setelah 3-5 hari virus akan hilang dengan sendirinya.

Flu Singapura
Flu ini bukan disebabkan virus influenza, namun karena pernah merebak di Singapura tahun 2000 banyak orang yang menjulukinya flu Singapura. Penyakit yang dalam istilah medis dikenal sebagai hand, mouth, and foot disease ini disebabkan oleh infeksi coxsackie dan enterovirus 71. Penyakit ini umumnya menyerang anak usia 2 minggu sampai 5 tahun beberapa juga pada anak usia 10 tahun.  Sangat mudah menular lewat kontak langsung penderita melalui droplet atau cairan ludah. Orang dewasa umumnya kebal dengan virus ini. Gejalanya mirip flu biasa, diawali dengan demam hingga 2-3 hari, rasa nyeri, pegal di otot dan sendi, nyeri menelan atau sakit tenggorokan, timbul batuk pilek. Yang berbeda yakni munculnya bercak-bercak merah pada telapak tangan dan kaki. Pada beberapa pasien juga diikuti sariawan di lidah dan gusi. Pada dasarnya penyakit ini akan membaik sendiri dalam 7-10 hari. Pengobatannya bersifat simptomatik atau meringankan gejalanya. Jika ada sariawan cukup diberikan antibiotik mulut mycostatin. Jika anak lemas dan dehidrasi berikan cukup cairan atau infus. Demam yang lebih dari sehari bisa diberikan parasetamol. Bila muntah diberikan obat anti muntah agar nafsu makan tidak terganggu. Untuk menegakkan diagnosa, cukup dengan anamnesa (wawancara mendalam) dan pemeriksaan fisik.